Kamis, 01 Agustus 2019 - 12:07:33 WIB

Dokumen Yang Di Kirim Melalui Jasa Pengiriman J&T Express Hilang, Keluarga Berencana Melapor Ke BPSK


Diposting oleh : sukri
Kategori: DAERAH - Dibaca: 263 kali

Banyuwangi, independent-post.com

Berawal dari pengiriman dokumen berupa 1 lembar Kartu Keluarga (KK) dan 1 buah kartu BPJS Kesehatan ke Bali melalui jasa pengiriman J&T Express Cabang Jajag tak kunjung sampai, pihak pengirim mencoba mengklarifikasi kepada pegawai J&T Express Cabang Jajag melalui Whaatsaap.

Namun jawaban yang di terima dari pihak J&T Express sungguh di luar dugaan. "Memang benar pihak J&T Express mengakui bahwa paket tersebut hilang saat sudah sampai di J&T Express Denpasar, jadi kata pihak J&T Express Cabang Jajag itu bukan tanggung jawab J&T Express Cabang Jajag lagi, ini kan aneh" papar Siti Kholifah.

Mendapat jawaban yang sungguh di luar dugaan ini pula yang memancing kemarahan Siti Kholifah selaku konsumen pemakai jasa J&T Express, sebagai konsumen Siti Kholifah berusaha terus meminta pertanggung jawaban terkait dokumen yang hilang, namun pihak J&T Express Cabang Jajag tetap bersikeras bahwa itu bukan tanggung jawab J&T Express Cabang Jajag.

Melalui pesan singkat di Whatsaap salah satu karyawan J&T Express Cabang Jajag, menjelaskan bahwa komplain dari konsumen telah di sampaikan pada atasanya, dan sebagai bentuk tanggung jawab pihak J&T Express akan mengganti dengan uang Rp 100.000 (seratus ribu rupiah).

"Saya benar benar sangat kecewa dengan model pelayanan J&T Express Cabang Jajag yang terkesan kurang bertanggung jawab dan sangat meremehkan konsumen dengan mengatakan bahwa dokumen yang saya kirim itu tidak ada nilai ekonominya, ini bukan masalah ganti rugi dan nilai ekonomis, ini masalah nyawa yang harus di selamatkan. Saat saya mengirimkan dokumen tersebut kondisi keponakan saya yang di Bali sedang mengalami usus buntu dan menunggu dokumen yang saya kirimkan untuk di operasi, Karena itu saya kirim data lewat J&T Express dengan harapan segera sampai, namun kenyataanya sampai waktu telah di tentukan dokumen yang saya kirim berupa, KK dan kartu BPJS nya belum sampai,terpaksa biaya rumah sakit dan biaya umum, tanpa menggunakan BPJS. Kalau mau hitung hitungan rugi ya jelas kami yang rugi besar, ini masalah nyawa dan apalagi kalau kita hitung atas kerugian karena diakibatkan kelalaian dari pihak J&T Express, maka itu sangat besar nilai nominalnya" terang Siti Kholifah.

Yang lebih membuat kecewa dan merasa sangat tersinggung, saat Siti Kholifah mengatakan bahwa dia selaku konsumen akan melaporkan hal ini pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), namun dengan enteng salah satu pegawai J&T Express mengatakan bahwa kalau mereka di laporkan, merekapun akan melapor balik. "Intinya kami sangat kecewa dengan pelayanan J&T Express yang terkesan kurang bertanggung jawab, selaku pelaku di bidang jasa harusnya mereka tahu bahwa konsumen juga di jamin haknya sesuai dengan UU nomer 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, "Pada intinya kami tidak menginginkan ganti rugi, yang kami minta KK dan kartu BPJS yang kami kirim di kembalikan" pungkas Siti Kholifah.

Disisi lain, Eko Budiyanto, Directure Region JATIM LPBI-INVESTIGATOR turut menyikapi hal yang dilakukan oleh pihak J&T Express terhadap konsumen, mengatakan bahwa "Secara hukum, pengiriman barang oleh perusahaan ekspedisi (ekspeditur) atas permintaan dari si pengirim barang untuk mengirimkan suatu barang tertentu agar disampaikan kepada si penerima barang dapat dikualifikasikan sebagai Suatu Perjanjian Pengangkutan. Aturan dan dasar hukum dari Perjanjian Pengangkutan ini dapat Anda temukan di Pasal 1601 a, Pasal 1601 b dan Pasal 1617 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) dan Pasal 86-97 dan Pasal 466-517c Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (“KUH Dagang”)." Jelas Eko.

Menurut Eko bahwa Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia telah mendefinisikan Perjanjian Pengangkutan sebagai suatu perjanjian timbal-balik antara pengangkut dengan pengirim dimana pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang dari satu tempat ke tempat tertentu dengan selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan.

"Maka dapat dikatakan bahwa J&T Express tidak atau belum melaksanakan kewajibannya untuk menyampaikan paket barang tersebut kepada Vica / Sunarti di Jalan Sedap Malam, gang Nuansa, Nomor 12, Sanur Bali sesuai waktu yang diperjanjikan (misalnya tiga hari, dst), dan mengingat bahwa pengiriman barang tersebut adalah suatu Perjanjian Pengangkutan, maka tindakan dari pihak J&T Express yang tidak menyampaikan paket barang tersebut sesuai waktu yang diperjanjikan dalam Bukti Tanda Terima Pengiriman Barang, dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan ingkar/cidera janji atau yang dikenal dengan istilah wanprestasi." Jelas Eko.

“Wanprestasi adalah suatu peristiwa atau keadaan, dimana debitur tidak telah memenuhi kewajiban prestasi perikatannya dengan baik, dan debitur punya unsur salah atasnya.” ujar Eko.

"Maka Siti Kholifah maupun Vica/Sunarti sebagai pemilik barang mempunyai hak untuk menggugat ganti rugi pada J&T Express (secara perdata) atas tidak atau belum dikirimkannya paket barang, dengan terlebih dahulu memperingatkan J&T Express secara hukum melalui peringatan secara tertulis (somasi) sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1238 KUH Perdata, dan melanggar Pasal 468 KUH Dagang, Pasal 477 KUH Dagang." imbuh Directure Region JATIM LPBI-INVESTIGATOR. (Bud).



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Pencarian



Safari Jurnalistik



semua agenda

Agenda





semua download

Download

semua buletin

Buletin




    Statistik User


      667890

      Pengunjung hari ini : 2081
      Total pengunjung : 170726
      Hits hari ini : 9522
      Total Hits : 667890
      Pengunjung Online : 36

    Jajak Pendapat



    Apa Situs Berita Favorit Anda ?

    Kompas.com
    detik.com
    BeritaA1.com
    Liputan6.com

    Lihat

    Banner